Struktur Keagamaan di Jakarta

Agama adalah salah satu faktor terpenting dalam budaya Jakarta. Ini memanifestasikan dirinya dalam beberapa struktur keagamaan yang berbeda, yang terletak di tempat yang berbeda di dekat hotel bandara Jakarta. Mereka memiliki berbagai agama dan sekte, dan karenanya dikunjungi terutama karena nilai-nilai agama mereka. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa bangunan-bangunan ini, berkat keindahan dan keindahan arsitekturnya, juga berkontribusi pada pengembangan pariwisata di Jakarta.

Ada banyak Muslim di Indonesia seperti halnya mereka yang bepergian ke sana. Keinginan untuk mengunjungi Masjid Istiklal membuat orang-orang dari seluruh dunia berkunjung ke sini.

Masjid Istiklal adalah masjid terbesar di Asia Tenggara. Nama ini secara harfiah diterjemahkan sebagai "kemerdekaan", dan nama itu diberikan karena masjid nasional Indonesia ini dibangun untuk memperingati kemerdekaan negara.

Struktur ini menawarkan arsitektur Arab. Ruang sholat utamanya memiliki bentuk persegi panjang dan, seperti biasa, ditutupi dengan kubah bulat dengan diameter sekitar 45 meter. 12 kolom menjulang didukung. Kubah lain juga dibangun untuk atap aula utama.

Sedangkan untuk interior, Masjid Istiklal menunjukkan desain minimalis. Sebagian besar struktur terbuat dari marmer, yang memberikan daya tarik yang bersih dan sederhana. Dindingnya tidak didekorasi berat, kecuali dekorasi aluminium, yang bisa dilihat di beberapa bagiannya. Berbagai kaligrafi juga bisa dilihat di dalamnya.

Selain beribadah, wisatawan mengunjungi masjid ini untuk acara sosial dan budaya. Struktur ini juga berfungsi sebagai tempat pertunjukan keagamaan, ceramah, pameran, dan pasar terbuka untuk semua pendatang.

Objek arsitektur lain yang menarik di Jakarta – Katedral Jakarta – Gereja Katolik, yang merupakan struktur kultus di kota.

Dibangun sekitar seratus tahun yang lalu, Katedral Jakarta dikenal sebagai salah satu bangunan paling elegan di kota. Arsitektur neo-Gothic yang khas memamerkan secara glamor. Namun, itu jelas terbuat dari besi dan kayu, dan dindingnya terbuat dari batu bata.

Katedral Jakarta menawarkan 3 menara utama yang menonjol: Benteng David, Menara Gading dan Menara Hari Angelus. Semuanya terbuat dari gading, dan tentu saja mengesankan di sore hari.

Katedral ini memiliki dua lantai. Kisah kedua dulunya adalah bagian untuk paduan suara, tetapi ketika struktur menjadi tua, sejumlah besar orang di lantai dua dapat menyebabkan kehancurannya.

Katedral Jakarta benar-benar memancarkan keindahan dan keanggunan, tetapi yang paling penting, Katedral ini memancarkan pesona religius yang bahkan dapat dirasakan oleh orang non-Katolik yang mengunjungi tempat ini. Karena itu, ketika di Jakarta, wisatawan harus meluangkan waktu untuk mengunjungi tempat ini. Pada akhirnya, kesempatan untuk melihat bangunan yang indah, karena ini tidak terbatas pada orang Katolik.

Mengunjungi gedung-gedung ini bukan buang-buang waktu, karena melihat mereka adalah untuk lebih memahami budaya Jakarta. Lagi pula, mengunjungi situs bukan masalah, karena tidak jauh dari hotel terbaik dan termurah di Jakarta, di mana orang dapat menginap untuk kenyamanan dan kemudahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *