Sepuluh Perintah untuk Komunikasi yang Efektif

Yang kami lakukan hanyalah berkomunikasi. Tanpa komunikasi, kita tidak dapat berinteraksi secara beradab. Tanpa komunikasi, kita tidak dapat menciptakan masyarakat modern. Tanpa komunikasi, kita tidak bisa menciptakan kemakmuran bagi diri kita sendiri. Tanpa komunikasi, kita tidak akan dapat menciptakan organisasi yang diperlukan untuk reproduksi kekayaan materi. Komunikasi adalah blok bangunan terpenting dari peradaban manusia. Menurut filsuf Jerman Jürgen Habermas, realitas sosial terdiri dari dua bagian: sistem dan dunia kehidupan. Sistem ini terdiri dari subsistem politik dan subsistem ekonomi. Dunia kehidupan terdiri dari domain pribadi dan domain publik. Komunikasi dalam sistem berlangsung secara strategis atau berdasarkan pencarian cara untuk menemukan dan meningkatkan berbagai metode dan teknik untuk membuat hidup kita lebih kaya dan lebih efisien. Komunikasi di dunia yang hidup adalah sebaliknya; ini didasarkan pada hubungan simetris antara orang-orang dan bertujuan untuk mencapai konsensus pada banyak masalah yang dihadapi realitas sosial kita. Komunikasi di dunia vital benar-benar bertujuan untuk menemukan titik temu antara semua orang yang terlibat. Untuk alasan ini, Habermas menyebut semua interaksi dalam rasionalitas komunikatif dunia hidup.

Jika komunikasi sangat penting, maka ini menyiratkan tingkat kompetensi tertentu dalam strategi dan taktik komunikasi yang dimiliki semua orang, terlepas dari pendidikan, latar belakang sosial, kebangsaan, dan bahasa umum mereka. Sayangnya, ini tidak demikian, karena sejumlah besar orang tidak memiliki keterampilan komunikasi yang tepat yang diperlukan untuk berhasil. Kebanyakan dari mereka hanya bingung dalam kehidupan sehari-hari mereka, menggunakan keterampilan komunikasi dasar, yang hampir tidak cukup untuk menjaga kepala mereka di atas air. Apa karakteristik aktual dari komunikator yang baik? Berikut ini adalah beberapa karakteristik khas yang dimiliki oleh komunikator yang baik:

1. Komunikator yang baik memperhatikan segala sesuatu yang berkomunikasi dengan orang lain;

2. Komunikator yang baik terus-menerus memikirkan sifat pesan mereka: mereka selalu memikirkan kapan, di mana, dan bagaimana mereka akan menyampaikan pesan mereka;

3. Komunikator yang baik selalu berusaha menemukan kombinasi kata, bahasa tubuh, pakaian, dan nada suara yang tepat sebelum mengirim pesan;

4. Komunikator yang baik mencoba untuk menghindari menggunakan kata-kata yang sama ketika mengirim pesan mereka ke orang yang berbeda, karena tidak ada yang identik. Komunikator yang baik mencoba mencari tahu apa yang penting bagi orang lain;

5. Komunikator yang baik selalu siap untuk menunjukkan fleksibilitas atau mencoba untuk melanjutkan setelah menyampaikan pesan mereka, mencapai solusi, menyelesaikan masalah, menyetujui kompromi, dll.

6. Komunikator yang baik sepenuhnya menyadari sifat komunikasi timbal balik, yang merupakan proses pengiriman dan penerimaan pesan. Komunikasi yang baik seperti tarian yang melibatkan memimpin dan mengikuti.

Meskipun karakteristik khas yang tercantum di atas tampak jelas dan mudah dipahami, sulit bagi banyak orang untuk menerapkannya secara konsisten. Komunikasi adalah proses yang sebanding dengan mengendarai mobil. Semakin banyak Anda melakukan ini, semakin baik Anda menjadi pengemudi. Pengalaman adalah guru terbaik dalam komunikasi. Apalagi, kemauan untuk belajar dari pengalaman sangat penting. Tentu saja, kami membuat kesalahan, tetapi kami mencoba belajar dari kesalahan ini dan menjadi lebih baik di waktu berikutnya.

Setelah menjelaskan karakteristik komunikator yang baik di atas, apakah sepuluh perintah untuk komunikasi yang efektif?

1. Selalu berusaha memberikan umpan balik berdasarkan fakta dan bukan pada pendapat dan / atau emosi yang dapat mengganggu atau menyinggung orang lain;

2. Selalu berusaha berempati atau melihat situasi dari sudut pandang orang lain. Cobalah menerima pandangan orang lain tanpa berkhotbah dan / atau bermoral;

3. Mengkritik menggunakan bahasa netral dan nada suara;

4. Katakan apa yang Anda maksud tanpa menjadi sarkastik;

5. Jika Anda menginginkan sesuatu dari orang lain, tanyakan, jangan perintah;

6. Beri orang lain kesempatan untuk berbicara, jangan jatuh ke "rel";

7. Jelaskan mengapa sesuatu harus terjadi, jangan mengancam;

8. Jangan memberikan saran atau pendapat kecuali orang memintanya;

9. Tepat, hindari ketidakpastian di semua biaya;

10. Jangan berbicara dengan siapa pun; Hindari mengalihkan pembicaraan Anda dengan pertanyaan sepele.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *