Rotan, bambu dan serat tanaman lainnya sebagai bahan furnitur

Perabotan yang didekorasi dengan bahan alami biasanya menarik beberapa orang tidak hanya karena kesan alaminya, tetapi juga karena eksklusivitasnya. Ini menjadi lebih istimewa jika perancang menciptakan furnitur perancang unik menggunakan bahan-bahan alami seperti rotan, bambu dan serat tanaman. Karya alang-alang (anyaman) dan fleksibilitas gaya rotan menjadi sebuah karya seni.

Serat tanaman, seperti serat pisang, sering mempengaruhi banyak orang. Kursi berserat pisang memberikan gaya yang unik, sehingga orang tidak sabar untuk menyentuhnya. Biasanya orang berpikir bahwa rotan dan bahan alami lainnya mudah terkena rayap. Tapi ini pendapat yang salah. Pabrikan furnitur rotan secara khusus menyiapkan bahan alami mereka (rotan, bambu, serat nabati) sebelum menggunakannya sebagai bahan furnitur. Beberapa proses telah dilakukan sehingga bahan alami memiliki beberapa sifat penting, yaitu ketahanan terhadap pelapukan, daya tahan dan ketahanan terhadap rayap. Biasanya, serat tanaman hanya digunakan sebagai elemen finishing ketika kayu atau logam digunakan sebagai kerangka.

Serat tanaman yang paling populer adalah rotan. Untuk pembuatan furnitur, kita hanya bisa menggunakan selubung rotan, bahan rotan, atau kombinasinya. Banyak jenis rotan diklasifikasikan menurut asal, kekuatan dan diameternya. Salah satu rotan yang paling populer adalah rotan Kalimantan (Kalimantan adalah salah satu pulau di Indonesia). Rotan ini memiliki diameter 3-6 mm, tahan rayap dan memiliki ketahanan air yang tinggi. Biasanya digunakan secara keseluruhan karena kekuatannya dan diameternya agak kecil. Tetapi tidak semua jenis rotan tahan terhadap rayap dan kelembaban tinggi, seperti rotan Kalimantan. Itu sebabnya, jika bahan rotan digunakan, terutama rotan, harus dilindungi terlebih dahulu dari rayap.

Sinyal keberadaan rayap biasanya ditandai oleh bubuk putih yang muncul dari rotan. Pisahkan rotan ini segera dari rotan yang baik dan oleskan / semprotkan dengan anti rayap.

Selain rotan, bambu juga cukup populer. Bambu tipe Betung memiliki diameter 10 – 13 cm, paling sering digunakan sebagai platform untuk tidur (amben), meja dan kursi. Baru-baru ini, Cendani dan Maya adalah jenis bambu yang populer. Bambu Cendani berdiameter 1-3 cm, sedangkan bambu Maya berdiameter 5-10 cm. Padahal diameter kedua jenis bambu ini lebih kecil dari bambu bambu, kekuatannya bagus. Bambu Maya dan Cemani baik untuk digunakan sebagai rak, kabinet atau partisi.

Serat tanaman lain yang digunakan untuk membuat bahan furnitur adalah tanaman pisang, serat pisang diambil dari batang tandan pisang. Setelah kering, serat pisang dipelintir dan kemudian diaplikasikan pada bingkai furnitur. Proses yang sama biasanya diterapkan pada eceng gondok (enceng gondok) dan air pandan. Jenis bahan ini paling baik digunakan hanya untuk interior dan bukan untuk eksterior. Meskipun mereka digunakan sebagai furnitur interior, kita harus menempatkannya di tempat di mana cukup sinar matahari dapat menjangkau mereka. Mereka sensitif terhadap air dan kelembaban. Ketika kondisinya basah dan lembab, bahan-bahan jenis ini mengembang dan jamur dapat dengan mudah tumbuh di sana. Dan hasilnya, warnanya akan berubah, dan materialnya akan membusuk. Jika Anda menemukan bahwa bahan-bahan ini basah, dehidrasi dengan cepat dengan pengering atau keringkan di bawah sinar matahari untuk mencegah pertumbuhan jamur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *