Resep memancing Norwegia rahasia

Norwegia secara teoritis memiliki sumber daya ikan yang terbatas karena hanya memiliki 385.178 kilometer persegi daratan dan 25.148 kilometer garis pantai. Namun, negara yang terletak di Lingkaran Arktik adalah pengekspor produk ikan terbesar kedua di dunia setelah China.

Apa rahasianya? Jawaban sederhana: manajemen perikanan yang baik dan terintegrasi.

Norwegia adalah negara pertama di dunia yang memperkenalkan lisensi pukat. Pada tahun 1973, ketika krisis mempengaruhi sumber daya ikan pelagis, jumlah tangkapan tahunan menurun. Pemerintah Oslo telah memperkenalkan skema berlisensi untuk membatasi jumlah dan ukuran kapal penangkap ikan dengan purse seine, seine atau udang pukat. Jadi, ketika zona ekonomi eksklusif (ZEE) 200 mil diluncurkan pada tahun 1977, sebagian besar armada di lepas pantai Norwegia ditujukan untuk melarang ekspansi bebas.

Langkah selanjutnya dari pemerintah Oslo adalah penerapan kuota IQ (kuota individu yang tidak dapat dialihkan). Pada tahun 1990, ketika tangkapan ikan cod runtuh, total kuota berkurang, dan kemudian para nelayan dibagi menjadi dua kelompok. Mereka berdua diberi kuota terbatas.

Pemerintah Oslo juga telah mengembangkan kebijakan lingkungan lainnya, seperti larangan membuang hasil tangkapan di laut. Semua hasil tangkapan harus terlebih dahulu dibawa ke darat, dan kemudian pejabat akan dihitung dengan cermat. Jika mereka tertangkap membuang tangkapan, lisensi akan segera dicabut.

Di Norwegia, lisensi penangkapan ikan sangat mahal (gratis untuk pendatang baru, jadi tidak ada sumber daya manusia yang cukup di sektor perikanan). Pada saat yang sama, nelayan atau perusahaan perikanan takut menghadapi risiko kehilangan izin.

Manajemen perikanan Norwegia juga memiliki tradisi panjang. Selama lebih dari seabad, orang telah terlibat aktif dan langsung dalam industri ekstraktif ini. Pihak yang tertarik tidak hanya berpartisipasi dalam penentuan kuota, tetapi juga menjadi anggota delegasi resmi dalam negosiasi dengan negara-negara tetangga, yang memiliki sumber daya ikan yang sangat besar.

Untuk menentukan kuota, pemerintah Oslo telah membentuk lembaga independen yang terus-menerus memantau populasi ikan dan jumlah yang dapat ditangkap. Untuk setiap ikan komersial, jumlahnya berbeda satu sama lain, dan ada ukuran minimum sebagai standar yang sesuai. Jumlahnya mungkin tidak sama di setiap musim penangkapan.

Berdasarkan fakta-fakta di atas, tidak mengherankan bahwa Norwegia menjadi pengekspor produk ikan terbesar kedua di dunia. Negara-negara lain harus belajar dari Norwegia bagaimana mengelola sumber daya ikan mereka dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *