Pesona investasi real estat di Asia

Investor yang bijak selalu memiliki satu set real estat yang berharga di akun aset mereka. Berinvestasi dalam real estat saja sudah dianggap sebagai strategi bisnis yang masuk akal, tetapi berinvestasi dalam real estat di Asia adalah strategi bisnis stabil yang lebih menguntungkan, yang tidak hanya menjamin keamanan finansial jangka panjang, tetapi juga membawa pengembalian positif yang tinggi.

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar real estat Asia telah menjadi semakin transparan bagi investor asing. Konsep pembukaan ke pasar global ini tentu saja menarik minat investor asing. Akibatnya, pada 2007 terjadi ledakan nyata di pasar real estat. Meskipun setiap negara Asia memiliki karakteristik tren pasar masing-masing, masing-masing negara Asia memberikan janji yang tak tertahankan bagi setiap investor, yaitu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sejumlah besar tanah dan tentu saja, banyak sumber daya dan peluang yang menunggu untuk disita. Mereka yang cukup pintar untuk memanfaatkan peluang ini telah lama mendapat manfaat dari tanah ini. Sejak 1960, Asia, yang terbesar dan terpadat di benua, menjadi lebih kaya lebih cepat daripada wilayah lain di dunia.

Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan cepat menjadikan Asia mungkin wilayah yang paling menarik untuk membeli real estat. Pertumbuhan ekonomi yang signifikan telah terjadi di Asia Timur selama tiga dekade terakhir. Menurut sebuah laporan Harvard, bagian Asia dari PDB global dapat tumbuh lebih dari setengah ekonomi global dari 35% saat ini selama tiga tahun ke depan.

Di Asia, pembelian sejumlah besar tanah tidak seluas seperti di wilayah lain, terutama di negara-negara seperti Indonesia atau Vietnam. Dengan demikian, Anda tidak perlu investor multimiliuner untuk membeli sepotong Asia. Di Indonesia, Anda dapat berutang sebidang tanah yang cukup besar hanya dengan $ 60.000. Ini adalah kesepakatan yang cukup bagus dibandingkan dengan negara lain yang menunjukkan harga properti yang wajar.

Asia adalah wilayah terpadat di dunia. Lebih dari 3,879 miliar orang hidup di 30% permukaan Bumi di Asia, yang merupakan lebih dari 60% populasi Bumi saat ini. Peningkatan populasi sama dengan peningkatan perumahan, peningkatan infrastruktur komersial dan ritel, dan peningkatan utilitas. Semua ini sesuai dengan permintaan tinggi di sektor real estat.

Real estat di Asia belum terguncang oleh krisis keuangan saat ini di Amerika atau krisis utang Eropa. Mengapa? Karena 90% dari real estat Asia didanai oleh investor regional, itulah sebabnya aliran modal terus meningkat dari waktu ke waktu.

Jangan menunda lagi; berinvestasi dalam real estat Asia untuk jangka panjang. Lihat bagaimana kawasan ini berkembang dari pasar ikan menjadi industri bernilai jutaan dolar selama beberapa dekade terakhir. Asia masih berkembang, tetapi pada tingkat yang mengejutkan para ekonom dari seluruh dunia. Jadi lompat dan bergabunglah dengan klub Asia!

Singkatnya: mengapa membeli Asia?

1. Asia mulai membuka pintunya bagi investor asing. Transparansi yang lebih baik.

2. Populasi Asia yang padat = peningkatan jumlah rumah, hotel, pusat perbelanjaan, dll. = Peningkatan permintaan untuk real estat.

3. Asia tidak sepenuhnya terpengaruh oleh krisis keuangan di Amerika.

4. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Asia mendukung pasar real estat yang sehat

5. Tanah di Asia relatif lebih murah daripada di daerah lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *