Perbedaan antara perdagangan domestik dan asing, serta kompleksitasnya

Tanpa perdagangan, bahan baku tidak mungkin dapat menjangkau pabrikan baik di dalam maupun luar negeri, dan produk jadi mencapai konsumen akhir, karena tidak akan ada orang yang mengatur transfer mereka. Sederhananya, perdagangan domestik terjadi di suatu negara di mana, seperti dalam perdagangan luar negeri; barang diekspor ke luar negeri. Tentu saja, ada beberapa kesulitan yang dihadapi pedagang dalam perdagangan domestik dan perdagangan luar negeri.

Biaya transportasi dan asuransi lebih tinggi karena jarak antar pasar yang lebih jauh

Di bidang perdagangan domestik, barang-barang bergerak dari satu bagian negara ke bagian lainnya. Sebagai aturan, tidak perlu memindahkan barang di atas saluran air besar, kecuali, tentu saja, ini adalah negara yang terdiri dari banyak pulau, seperti Indonesia dan Filipina. Terkadang perlu menggunakan sungai. Jadi, mode biasa – mobil, kereta api, sungai atau kanal. Biasanya jarak yang ditempuh lebih pendek dari perdagangan luar negeri. Dalam perdagangan luar negeri, barang menempuh jarak jauh, terkadang di luar negeri. Ini berarti biaya transportasi yang lebih tinggi, serta biaya penyimpanan dan asuransi karena meningkatnya risiko. Moda transportasi yang biasa untuk barang dalam perdagangan luar negeri adalah melalui laut atau udara.

Perbatasan Nasional

Perdagangan domestik terjadi dalam kerangka entitas politik tunggal, di mana terdapat keseragaman dalam sistem perbankan, hukum, dan pajak. Perdagangan luar negeri terjadi ketika orang-orang dari entitas politik yang berbeda tidak memiliki sistem perbankan, hukum, dan pajak yang sama. Setiap negara biasanya bertindak untuk kepentingannya sendiri.

Bea cukai, kuota, dan dokumentasi yang lebih kompleks

Ketika barang bergerak melintasi batas aman di dalam negara, barang tidak dikenakan bea cukai atau kuota. Namun, pajak cukai mungkin berlaku. Ketika barang bergerak melintasi batas negara, seperti dalam perdagangan luar negeri, barang tersebut dikenakan bea cukai, pembatasan kuota, dan pembatasan kontrol mata uang. Informasi terperinci tentang ekspor dan impor harus ditunjukkan pada formulir pernyataan pabean. Kemudian mereka perlu diperiksa menggunakan dokumen seperti akun konsuler, sertifikat asal, bill of lading, dll. Barang juga harus dikemas dan diberi label sesuai dengan persyaratan bea cukai dari masing-masing negara pengimpor. Akhirnya, barang harus menjalani bea cukai, dan langkah-langkah harus diambil untuk menyimpannya di gudang pabean. Secara umum, ini bukan kesulitan yang sangat serius jika seseorang memutuskan untuk berdagang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *