Makna menjadi tinggi dalam budaya yang berbeda

Ada takhayul yang berbeda terkait dengan pertumbuhan dalam budaya yang berbeda. Misalnya, dalam beberapa budaya, pertumbuhan tinggi berarti bahwa seseorang dapat menjangkau ke langit dan menyentuh tempat tinggal leluhur yang sudah meninggal, sedangkan dalam budaya lain tinggi dapat berarti bahwa seseorang mampu menyebabkan curah hujan selama kekeringan.

Pada zaman kuno, pertumbuhan tinggi dikaitkan dengan para dewa. Karena itu, jika seseorang tinggi, ia dapat berkomunikasi dengan para dewa dan menerima layanan apa pun yang diberikan oleh para dewa. Maka, lelaki tinggi itu diberi kehormatan dan tempat khusus dalam masyarakat. Dia adalah orang yang dianggap dekat dengan para dewa dan yang bisa mendapatkan semua yang dia inginkan.

Jika Anda melihat budaya Indonesia, para raja kuno itu tinggi. Dengan demikian, bahkan di Indonesia modern, orang yang tinggi dianggap diberkati. Dia adalah orang yang diyakini memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan yang hebat, dan karena itu orang yang tinggi sangat dihormati di Indonesia.

Namun, rasa hormat yang sama yang diberikan dalam beberapa budaya tidak berlaku untuk semua. Dalam beberapa budaya, pertumbuhan tinggi dianggap tidak alami. Dalam beberapa budaya, seorang pria jangkung dieksekusi di masa lalu, karena ia dianggap terobsesi dengan roh-roh jahat. Keyakinan ini berasal dari takhyul bahwa orang itu tinggi karena dia ditangkap oleh roh-roh jahat yang mempersiapkan orang untuk mengambil alih dunia.

Oleh karena itu, budaya yang berbeda memandang orang tinggi secara berbeda tergantung pada kepercayaan dan takhayul yang lazim dalam budaya. Namun, tidak peduli seberapa tinggi atau pendeknya dia, dia tidak boleh diperlakukan secara berbeda. Tapi ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, karena kepercayaan budaya memainkan peran besar dalam berurusan dengan orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *