Kemajuan sosial

Evolusi fisik adalah subdisiplin biologi evolusi yang dikaitkan dengan evolusi spesies, termasuk di alam semesta, termasuk spesies cerdas, seperti spesies manusia di planet Bumi. Meskipun teori evolusi ditemukan oleh beberapa ilmuwan pada abad ke-19, ilmuwan terpenting yang terkait dengan teori ini adalah Charles Darwin. Dalam bukunya yang terkenal, Darwin menemukan bukti bahwa semua spesies di planet Bumi telah berevolusi dari organisme bersel tunggal menjadi organisme multiseluler yang kompleks, seperti hewan dan manusia. Selain itu, Darwin menekankan fakta bahwa spesies yang kita lihat di sekitar kita terus berkembang karena kebutuhan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah. Hanya mereka yang berhasil beradaptasi yang akan bertahan. Karena alasan ini, evolusi juga dapat dianggap sebagai persaingan antar spesies, dan hanya yang terkuatlah yang akan bertahan. Evolusi juga terkait dengan bidang biologi evolusi, yang mempelajari bagaimana interaksi, terutama antara individu-individu dari spesies yang sama, muncul, berubah, dan dipertahankan.

Teori evolusi juga mengilhami sosiolog, terutama sosiolog, untuk menerapkannya pada perkembangan masyarakat. Teori evolusi didasarkan pada asumsi bahwa masyarakat secara bertahap berubah dari prinsip-prinsip sederhana menjadi bentuk yang lebih kompleks.

Apakah perubahan sosial itu evolusioner atau revolusioner?
Perubahan sosial adalah perubahan dalam tatanan sosial masyarakat. Teori perubahan sosiologis dapat dibagi menjadi teori evolusi sosial dan teori revolusi sosial. Teori-teori evolusi, yang didukung oleh fungsionalisme, berpendapat bahwa perubahan sosial adalah proses alami perkembangan bertahap, sedangkan teori-teori revolusioner terutama didasarkan pada keyakinan bahwa perubahan terjadi secara tiba-tiba, cepat, dan diprakarsai oleh anggota masyarakat. Fungsionalis sering dikritik karena gagal memberikan penjelasan yang memadai untuk perubahan sosial. Perubahan sosial dapat direpresentasikan dalam bentuk keseimbangan bergerak, yang dijelaskan oleh analogi organik bahwa setiap bagian masyarakat seperti organisme yang berperan dalam menjaga tatanan sosial. Perubahan sosial dapat dipahami dengan melihat perubahan makna dan definisi. Kelompok, masyarakat, organisasi menjadi nyata hanya sejauh aktor percaya bahwa mereka harus nyata, sehingga ada konsensus tentang apa yang nyata. Masyarakat secara harfiah merupakan konstruksi sosial, hasil dari proses interaksi dan negosiasi historis.

Ahli teori sosial tentang perubahan revolusioner, pada gilirannya, berpendapat bahwa masyarakat tidak berevolusi secara relatif dan relatif damai. Sebaliknya, masyarakat terus mengalami revolusi yang mendorong mereka ke negara baru, yang biasanya sebagian atau bahkan sama sekali berbeda. Teori materialisme historis yang dikemukakan oleh Karl Marx barangkali merupakan contoh perubahan revolusioner yang paling mencolok. Di era pasca-Perang Dingin, komunisme ditinggalkan oleh banyak orang, dan sebagian besar masyarakat saat ini menggunakan kapitalisme liberal dalam kombinasi dengan demokrasi dan asuransi sosial untuk menjaga kesejahteraan dan ketertiban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *