Gubernur Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok) dan program sosialnya

Sosialisme selalu menjadi topik yang bisa diperdebatkan dalam hal keberhasilannya sebagai suatu sistem. Pada artikel ini, kita akan melihat berbagai program sosial yang dilaksanakan di Jakarta, ibukota Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Basuka Tyahaj Purnama (lebih dikenal sebagai Ahok), Jakarta melaksanakan program sosial utama di bidang perumahan, pendidikan, kesehatan dan transportasi. Berikut beberapa contoh program sosialnya:

Kesehatan dan pendidikan gratis:

Peta Kesehatan Jakarta (KJS / Kartu Jakarta Sehat) dan Kartu Pendidikan Jakarta (KJP / Kartu Jakarta Pintar) dirilis pada November 2012. Kedua kartu menjamin biaya medis yang rendah dan pendidikan gratis hanya untuk mereka yang memenuhi kriteria untuk orang miskin atau miskin. kategori pendapatan. Menurut Gubernur Basuki, manfaatnya tidak diberikan secara tunai, tetapi dalam bentuk kartu elektronik, sehingga penggunaannya dapat dengan mudah dilacak, diperiksa, dan dikendalikan. Ini akan memastikan akuntabilitas dan pencapaian hasil yang dimaksudkan, serta menghindari penyalahgunaan manfaat, pemborosan, dan korupsi. Jakarta baru-baru ini membangun 44 rumah sakit umum di 44 kabupaten di seluruh wilayah.

Perumahan murah:

Beberapa kompleks apartemen umum berbiaya rendah dibangun untuk mengakomodasi orang miskin yang dipindahkan dan kemudian dipindahkan dari daerah kumuh / rumah sementara mereka di sepanjang tepi 13 sungai utama Jakarta. Ini adalah proses yang sedang berlangsung sampai selesai. Jakarta juga telah membangun tempat pembuangan sampah di semua wilayah kabupatennya. Tanggul dan dua waduk besar telah dipulihkan, dan banyak lagi yang akan datang. Sungai sekarang menjadi bebas puing, lebih bersih dan lebih dalam. Masalah banjir yang harus ditangani Jakarta setiap tahun sebenarnya telah hilang. Prestasi ini berarti penghematan besar bagi daerah. Selain itu, Jakarta juga sedang mengembangkan Garis Pantai Utara dengan mengacu pada programnya tentang pengelolaan air dan banjir dan Rencana Perlindungan dari efek kenaikan permukaan laut. Proyek reklamasi besar sedang dilaksanakan, yang terdiri dari pembangunan Kepulauan Buatan dan tanggul laut raksasa.

Pasar umum bersubsidi, taman umum gratis, dan pusat olahraga:

Pasar umum bersubsidi dibangun untuk orang miskin di dekat apartemen umum mereka yang terjangkau. Mereka dapat menggunakannya untuk membuka bisnis mereka sendiri, atau untuk kemudahan penggunaan sebagai konsumen. Dalam kemitraan dengan bisnis lokal, taman umum yang ramah komunitas, gratis, dan dikelola keluarga sedang dibangun untuk kesejahteraan masyarakat.

Transportasi gratis:

Orang miskin juga mendapatkan akses ke transportasi gratis. Pada saat yang sama, angkutan umum, seperti bus, sedang ditambahkan dan dimodernisasi. Sistem angkutan massal (MRT) dan sistem kereta ringan (LRT) dibangun untuk mengurangi masalah lalu lintas kronis.

Sangat menarik untuk dicatat bahwa Indonesia, sebagai negara sosialis, tidak memiliki program jaminan sosial resmi untuk para penganggur. Ini termasuk jakarta. Tampaknya tidak ada insentif untuk tidak bekerja. Jelas, kondisi ini membutuhkan pertumbuhan ekonomi; yang dimiliki Jakarta saat ini. Selama krisis, perlindungan sosial ini sangat bergantung pada pengaturan informal, seperti partisipasi masyarakat dan sumbangan berbasis agama. Orang Indonesia dikenal karena sifat budaya mereka yang disebut "Gotong-Royong", semangat kerja tim dalam konteks dan dalam kerangka tiga prinsip pertama Panchila, yaitu iman kepada Tuhan, Kemanusiaan dan Persatuan.

Perawatan medis, perumahan, pendidikan gratis, transportasi gratis dan akses mudah ke pasar publik yang tidak memadai memengaruhi peningkatan sisa pendapatan orang miskin, standar hidup dan, akibatnya, kemampuan untuk bersaing dan berpartisipasi dalam pasar tenaga kerja terbuka; oleh karena itu, partisipasi angkatan kerja dan populasi produktif di Jakarta meningkat. Sesuai dengan program dan kebijakan sosial gubernur, selama 4 tahun terakhir, Jakarta telah dengan cepat berubah menjadi kota atau wilayah yang lebih baik.

Sejauh ini, kebijakan sosial berdasarkan Panchil di bawah Gubernur Ahok telah berhasil. Pertanyaan penting berikutnya yang harus kita tanyakan adalah: bagaimana program sosial didanai dan dikelola? Kami akan mengunjungi dan mempertimbangkan masalah ini dalam surat saya berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *