Fakta tentang industri sepatu global

Tergantung di mana Anda tinggal, sepatu dianggap bukan hanya keharusan untuk melindungi kaki Anda saat berjalan – mereka dianggap sebagai simbol status. Anak-anak kecil yang ingin meniru atlet kesayangan mereka akan mencari merek yang mereka kenakan, dan acara televisi seperti Sex and the City akan fokus pada desainer seperti Manolo Blahnik dan Jimmy Chu. Industri alas kaki global cukup menguntungkan dan beragam seperti demografi yang dimilikinya. Menurut IbisWorld, alas kaki menyumbang lebih dari $ 100 miliar total perdagangan pada 2007, dan diperkirakan akan tumbuh pada dekade berikutnya.

Kesehatan industri sepatu juga tergantung pada berbagai sumber: tekstil, plastik, serta karet alam dan sintetis. Beberapa perusahaan mungkin fokus pada produk umum, seperti sepatu lari serba guna dan sepatu atletik, sementara yang lain menyediakan sepatu untuk penggunaan khusus – sepatu dansa, sepatu baja untuk pekerjaan berat, dan sepatu bayi. Menurut Allure Magazine, rata-rata wanita Amerika dapat memiliki hingga dua puluh tujuh pasang sepatu, sehingga dapat dikatakan bahwa permintaan untuk produk baru akan selalu ada.

Fakta singkat tentang industri sepatu

Menurut Intertek:

  • Konsumen di Amerika Serikat saja membeli hampir 2,5 juta pasang sepatu pada tahun 2006.
  • Dari sepatu yang dibeli di Amerika Serikat, hampir 99% di antaranya diimpor.
  • Populasi dunia diperkirakan tumbuh lima kali pada tahun 2050 (sumber: World Resources Institute), konsumsi sepatu akan berlipat ganda setiap dua dekade.
  • Menanggapi kebutuhan untuk produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, banyak perusahaan mulai menggunakan bahan biodegradable dalam produk dan kemasan, serta mendaur ulang sepatu lama untuk tujuan baru.

Eksportir sepatu utama

Seperti yang diharapkan, Asia adalah pengekspor utama sepatu. Begini cara perdagangan didistribusikan ke berbagai negara:

  • Cina. Alas kaki mewakili bagian yang signifikan dari total pendapatan ekspor 1,9 triliun Tiongkok. Meskipun Amerika Serikat adalah mitra utama dalam perdagangan ekspor, Cina juga memasok sejumlah besar sepatu ke Rusia.
  • Indonesia – Menurut Jakarta Post, industri sepatu Indonesia telah mendorong perekonomian. Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan telah pindah ke Indonesia dari Taiwan dan Korea Selatan, dan banyak dari mereka memiliki lisensi untuk merek-merek populer.
  • Vietnam. Lebih dari sepuluh persen dari total ekspor negara itu adalah sepatu yang dijual di Amerika Serikat, Jepang, dan Cina.

Importir sepatu utama

Seperti disebutkan sebelumnya, Amerika Serikat mengimpor hampir semua sepatu yang tersedia di pasar. Importir terkemuka lainnya termasuk:

  • Cina. Terlepas dari status mereka sebagai pengekspor utama, Cina juga mengimpor sepatu buatan luar negeri, khususnya model kulit (sumber: Duke University).
  • Jerman – Karena penurunan produksi alas kaki di Eropa karena relokasi perusahaan di luar negeri, negara-negara seperti Jerman bergantung pada impor sepatu.
  • Prancis – Seperti Jerman dan negara UE lainnya, Prancis mengimpor persentase sepatu yang baik untuk dikonsumsi.

Masa depan industri

Industri alas kaki global menghadapi banyak tantangan dalam hal peningkatan keberlanjutan. Menurut Intertek, polusi adalah masalah yang tidak bisa diabaikan lebih lama. Di Cina sendiri, pada tahun 2009, lebih dari 200 juta metrik ton air limbah diproduksi sebagai hasil dari produksi alas kaki. Penelitian terhadap sumber daya yang ramah lingkungan seperti kulit kecokelatan, karet alam dan rami akan mengidentifikasi perubahan yang perlu dilakukan untuk membuat produksi sepatu lebih sedikit toksik dengan tetap menjaga integritas. Ketika populasi dunia terus tumbuh, permintaan terhadap produk juga meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *