Fakta Sejarah Tsunami Indonesia

Tsunami yang luar biasa yang disebabkan oleh gempa kuat di Sumatra bukanlah yang pertama di daerah tersebut. Dalam sejarah baru-baru ini, sejarah geologis, yaitu, gempa bumi besar lainnya dan gunung berapi menyebabkan tsunami yang lebih besar.

Pada tahun 1883, gunung berapi Krakatau dan gempa bumi mengirim tsunami setinggi 120 kaki ke Jawa dan Sumatra. Lebih dari 36.000 orang meninggal akibat gelombang, dan di sepanjang pantai ada jauh lebih sedikit orang daripada hari ini. Sangat bijaksana untuk berpikir tentang memperkenalkan sistem peringatan dini, karena ini jelas merupakan titik panas untuk kegiatan semacam itu.

Memang, kita harus belajar dari sejarah dan memahami bahwa ada banyak tempat di planet kita, terutama di sepanjang Cincin Api Pasifik, di mana banyak peradaban manusia tidak begitu aman. Tsunami baru-baru ini dan peristiwa tahun 1883 seharusnya menunjukkan kepada kita kerentanan kita, dan kita harus berpikir di sini dan menyesuaikan masyarakat dan peradaban kita dengan potensi krisis seperti itu.

Satu hal menarik yang mereka lakukan di Jepang adalah memperingatkan warga dengan ponsel tentang tanda-tanda pertama gelombang awal gempa bumi. Gelombang P atau gelombang "Primer" akan memungkinkan orang untuk mengetahui sesaat sebelum gempa bumi bahwa gegar otak tidak terhindarkan. Alat teknologi tinggi ini, ditambah dengan 911 panggilan balik pada 3G nirkabel dan peringatan tsunami di lautan, dapat menyelamatkan puluhan ribu nyawa.

Karena kita tahu sejarah dan memiliki pemahaman yang cukup baik tentang Geological Records, kita perlu menggunakan teknologi kita untuk secara aktif menyelamatkan nyawa sebelum peristiwa terjadi, dan tidak hanya menanggapi fakta dengan bantuan dan kenyamanan setelah banyak dari mereka meninggal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *