Belajar dari Hanuman

Judul: Faktor Hanuman, pelajaran hidup dari pemimpin spiritual paling sukses

Diposting oleh Anand Krishna, Ph.D.

Penerbit: Global Vision Press India (2011)

Yang kedua diterbitkan pada Agustus 2011.

Jumlah Halaman: 206

"Nalikane Alengka diobong, diobong, diobong …" (Alengka dibakar, dibakar, dibakar …). Lagu rakyat ini "Hanuman Obong" (Hanuman Burning) ditulis oleh Ki Narto Sabdo (RIP). Lagu ini sangat populer di kalangan orang Jawa, terutama di pedesaan Indonesia.

Ibu Hanuman bernama Anjani, malaikat yang sangat cantik dari Hayangan (surga). Ayahnya adalah Dewa Angin. Karena itu, ia sering disebut Bayu Putra (Putra Dewa Angin). Sebagai anak kecil, dia pernah menelan matahari besar. Mengapa karena rasanya seperti permen, camilan favoritnya. Selain itu, dengan hanya satu lompatan, seorang remaja Hanuman bisa terbang melintasi lautan luas. Sosok ini juga yang sendirian menghancurkan kota Alengka.

Sesampainya di Alenka, Hanuman langsung menuju Taman Argasok. Dia kemudian bertemu Devi Sinta, membawa cincin dari Sri Rama. Selama pertemuan ini, Sinta menyerahkan sanggulnya dengan pisau untuk melambangkan bahwa dia tetap setia kepada suaminya yang tercinta. Setelah memenuhi misi rahasianya, Hanuman sengaja membuat dirinya ditangkap oleh pasukan Dasamuki.

Kejadian ini membuat Rahwana marah. Dia memerintahkan pembakaran Hanuman hidup-hidup. Tetapi setelah ceritanya terbakar, putra Dewa Angin melarikan diri dan melompat-lompat. Dia membakar seluruh istana Alengka. Setelah menimbulkan banyak kerusakan, Hanuman pulang ke Sri Rama di Istana Ayodya.

Dalam buku Hanuman Factor ini, Anand memperkenalkan 8 kemampuan Duta Besar Rama. Sebagai contoh, Hanuman dapat anima (berkurang sebagai partikel atom), mahima (meningkat seperti alam semesta), prapti (hidup di banyak tempat pada saat yang bersamaan), prakamya (memenuhi semua keinginan) dan wasitva (mengendalikan setiap situasi) (hlm. 140-141).

Dari sudut pandang psikologi modern, kemampuan Hanuman dapat ditafsirkan dari sudut pandang ilmiah. Anima adalah kemampuan untuk menghilangkan stres dan depresi. Dalam bentuk terapi katartik. Hasilnya, tubuh tampak seringan katun, dan kami merasa sangat damai.

Selain itu, Prapti adalah analog membaca buku. Seperti kemampuan memahami perkembangan saat ini di dunia. Dalam bahasa Inggris, BUKU singkatan dari Broad Ocean Of Knowledge.

Buku ini juga menyajikan garis besar yang unik. Kritik pemikiran manusia saat ini. Yang pertama adalah kama atau keinginan. Yang kedua adalah seni, tidak hanya harta duniawi, tetapi juga makna batin kehidupan. Ketiga, dharma atau kebajikan untuk membela kebenaran. Yang keempat adalah moksha atau kebebasan (hlm. 26-27).

Ironisnya, orang cenderung mensintesis seni dengan kama. Meskipun keduanya linear. Akibatnya, satu-satunya keinginan kami untuk hanya mengumpulkan harta menjadi idola.

Dengan cara yang sama, kami menggabungkan dharma dan moksha. Berbuat baik hanya untuk menangkap konspirasi di surga dan lolos dari hukuman di neraka. Hubungan kita dengan Tuhan telah menjadi sangat transaksional. Seperti keledai, dia berjalan ketika dia dipikat oleh wortel dan diancam dengan tongkat.

Hanuman mengusulkan solusi alternatif. Orang harus melintasi diagram secara diagonal. Memilih satu-satunya keinginan untuk menemukan kebebasan sejati. Kemudian kumpulkan harta untuk dibagikan dengan orang-orang yang tertindas. Hidup itu indah sementara kita berbagi dengan tetangga.

Sayangnya, banyak pembicara yang memotivasi melemahkan jiwa dan membunuh semangat yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah kehidupan. Orang-orang mulai percaya pada faktor-faktor eksternal untuk memotivasi diri mereka sendiri dan bergantung pada pengetahuan yang dipinjam.

Buku ini bukan tentang motivasi eksternal seperti itu, tetapi tentang mengungkapkan sumber semua kebijaksanaan dan semua kekuatan dalam diri kita. Sumber ini cukup kuat untuk memotivasi kami untuk melakukan tugas apa pun, betapa pun sulit dan sulitnya. Karena sumber ini mengambil kekuatan dari Yang Tak Terbatas dan Tak Terbatas, Satu Kekuatan Ilahi.

Sumber ini adalah Faktor Hanuman dalam diri kita semua. Klik sekarang, lebih berani dan lebih berani. Lebih kuat dan lebih bijaksana. Dan di atas semua itu, jangan takut ketika dihadapkan dengan kesulitan hidup.

Buku ini adalah alat untuk memahami keberadaan sumber kehidupan kita. Saat belajar di Hanuman, ia dapat memotivasi dirinya untuk menyelesaikan misinya yang diberikan oleh Sri Rama. Meskipun sangat sulit, dia tidak mundur selangkah dari masalah apa pun. Sejak itu, Sumber Ilahi telah ada dalam diri kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *