Arti simbol murai dalam budaya Cina

Dalam budaya Cina, magpie adalah simbol kebahagiaan. Singing magpies menandakan keberuntungan dan kebahagiaan. Itulah sebabnya orang Cina menyebutnya "Selamat Murai." Minoritas Manchu di Cina utara bahkan menganggap burung-burung ini sebagai hewan suci. Murai dalam bahasa Cina disebut "XI Que," dan simbol "XI" berarti kebahagiaan. Dua burung gagak yang saling berhadapan digunakan untuk melambangkan kebahagiaan ganda.

Legenda magpies juga ditemukan dalam catatan sejarah Manchuria. Suatu ketika, ketika seorang dewi dari surga bernama Fokulon sedang bermain dengan dua saudara perempuannya di pantai sebuah danau, seekor murai yang indah terbang di atas mereka dengan buah merah di mulutnya. Burung itu menjatuhkan buahnya, dan Focoulon mengambilnya dan memakannya. Beberapa bulan kemudian, dia melahirkan seorang anak laki-laki (Bukulirongshun), dan dia adalah leluhur dari minoritas Manchu.

Keturunan Bukulirongshun dan dia sendiri adalah pejuang yang berani dan terampil. Mereka dianggap oleh suku-suku tetangga sebagai ancaman potensial. Mereka memutuskan untuk membuat aliansi dan menghancurkan suku yang bangkit. Seorang pria beruntung bernama Funcha melarikan diri dari pembantaian dan terus berlari sampai senja tiba. Bocah kecil ini hampir tertangkap ketika seekor murai menyala di kepalanya. Untungnya, para pemburu mengira dia batang pohon ketika Fancha berdiri tak bergerak di lapangan gelap, dan para pemburu berlari ke arah yang berbeda. Bocah itu diselamatkan dari burung gagak, dan dia adalah satu-satunya yang selamat dari suku itu selama genosida.

Bocah kecil itu sangat bersyukur kepada burung itu sehingga ia memberinya keberuntungan dan kebahagiaan. Dan karena ini, Manchu mulai menganggap burung itu sebagai simbol keberuntungan dan kebahagiaan. Manusia Manchu menjadi kaisar Cina pada 1644 dan mendirikan Dinasti Qing (1644 – 1911).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *